script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.3/jquery.min.js' type='text/javascript'/>

Elva cute

Minggu, 06 Februari 2011

DEMOKRASI DI INDONESIA

DEMOKRASI DAN PELAKSANAAN DEMOKRASI DI INDONESIA BESERTA CONTOHNYA


Demokrasi

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Pada intinya, yang banyaklah yang menang dan yang banyak dianggap sebagai suatu kebenaran. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.
Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif, lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR, untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Di bawah sistem ini, keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif, selain sesuai hukum dan peraturan.

Demokrasi di Indonesia

Semenjak kemerdekaan 17 agustus 1945, UUD 1945 memberikan penggambaran bahwa Indonesia adalah negara demokrasi.Dalam mekanisme kepemimpinannya Presiden harus bertanggung jawab kepada MPR dimana MPR adalah sebuah badan yang dipilih dari Rakyat. Sehingga secara hirarki seharusnya rakyat adalah pemegang kepemimpinan negara melalui mekanisme perwakilan yang dipilih dalam pemilu. Indonesia sempat mengalami masa demokrasi singkat pada tahun 1956 ketika untuk pertama kalinya diselenggarakan pemilu bebas di indonesia, sampai kemudian Presiden Soekarno menyatakan demokrasi terpimpin sebagai pilihan sistem pemerintahan. Setelah mengalami masa Demokrasi Pancasila, sebuah demokrasi semu yang diciptakan untuk melanggengkan kekuasaan Soeharto, Indonesia kembali masuk kedalam alam demokrasi pada tahun 1998 ketika pemerintahan junta militer Soeharto tumbang. Pemilu demokratis kedua bagi Indonesia terselenggara pada tahun 1999 yang menempatkan PDI-P sebagai pemenang Pemilu.

Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia Beserta Contohnya

Bisa dikatakan bahwa Indonesia sangat berpotensi menjadi kiblat demokrasi di kawasan Asia, berkat keberhasilan mengembangkan dan melaksanakan sistem demokrasi. Menurut Ketua Asosiasi Konsultan Politik Asia Pasifik (APAPC), Pri Sulisto, keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi bisa menjadi contoh bagi negara-negara di kawasan Asia yang hingga saat ini beberapa di antaranya masih diperintah dengan ‘tangan besi’. Indonesia juga bisa menjadi contoh, bahwa pembangunan sistem demokrasi dapat berjalan seiring dengan upaya pembangunan ekonomi. Ia menilai, keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi yang tidak banyak disadari itu, membuat pihak luar termasuk Asosiasi Internasional Konsultan Politik (IAPC), membuka mata bangsa Indonesia, bahwa keberhasilan tersebut merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. Prestasi tersebut juga menjadikan Indonesia sangat berpotensi mengantar datangnya suatu era baru di Asia yang demokratis dan makmur.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono yang akrab disapa SBY menerima anugerah medali demokrasi. SBY pun memaparkan panjang lebar perjalanan demokrasi Indonesia. Menurutnya, demokrasi Indonesia merupakan jawaban terhadap skeptisme perjalanan demokrasi di negeri ini. Beliau pun mencontohkan beberapa nada skeptis yang ditujukan kepada Indonesia. Pertama, demokrasi akan membawa situasi kacau dan perpecahan. Demokrasi di Indonesia hanyalah perubahan rezim, demokrasi akan memicu ekstrimisme dan radikalisme politik di Indonesia.
Beliau pun menambahkan bahwa demokrasi di Indonesia menunjukkan Islam dan moderitas dapat berjalan bersama. Dan terlepas dari goncangan hebat akibat pergantian 4 kali presiden selama periode 1998-2002, demokrasi Indonesia telah menciptakan stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Selain itu, Indonesia juga telah berhasil menjadi sebuah negara demokrasi terbesar di dunia dan melaksanakan pemilu yang kompleks dengan sangat sukses.
Meski pada awalnya banyak yang meragukan pelaksanaan demokrasi di Indonesia, kenyataannya demokrasi di Indonesia saat ini telah berusia 10 tahun dan akan terus berkembang. Sebagian orang pernah berpendapat bahwa demokrasi tidak akan berlangsung lama di Indonesia, karena masyarakatnya belum siap. Mereka juga pernah mengatakan bahwa negara Indonesia terlalu besar dan memiliki persoalan yang kompleks. Keraguan tersebut bahkan menyerupai kekhawatiran yang dapat membuat Indonesia chaos yang dapat mengakibatkan perpecahan.
Sementara itu, mantan wakil perdana menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang turut hadir menyebutkan bahwa demokrasi telah berjalan baik di Indonesia dan hal itu telah menjadikan Indonesia sebagai negara dengan populasi 4 besar dunia yang berhasil melaksanakan demokrasi. Hal ini juga membuat Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia yang telah berhasil menerapkan demokrasi. Dia juga berharap agar perkembangan ekonomi juga makin meyakinkan sehingga demokrasi bisa disandingkan dengan kesuksesan pembangunan. Hal tersebut tentunya bisa terjadi bila demokrasi dapat mencegah korupsi dan penumpukan kekayaan hanya pada elit tertentu.
Demokrasi, menurut Anwar Ibrahim, adalah pemberian kebebasan kepada warga negara, sedangkan kegagalan atau keberhasilan ekonomi menyangkut sistem yang diterapkan.

Demokrasi


Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.[1] Begitulah pemahaman yang paling sederhana tentang demokrasi, yang diketahui oleh hampir semua orang.[1]

Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan).[2] Istilah ini berasal dari bahasa Yunani δημοκρατία – (dēmokratía) "kekuasaan rakyat",[3] yang dibentuk dari kata δῆμος (dêmos) "rakyat" dan κράτος (Kratos) "kekuasaan", merujuk pada sistem politik yang muncul pada pertengahan abad ke-5 dan ke-4 SM di negara kota Yunani Kuno, khususnya Athena, menyusul revolusi rakyat pada tahun 508 SM.[4]

Berbicara mengenai demokrasi adalah memburaskan (memperbincangkan) tentang kekuasaan, atau lebih tepatnya pengelolaan kekuasaan secara beradab.[5] Ia adalah sistem manajemen kekuasaan yang dilandasi oleh nilai-nilai dan etika serta peradaban yang menghargai martabat manusia.[5] Pelaku utama demokrasi adalah kita semua, setiap orang yang selama ini selalu diatasnamakan namun tak pernah ikut menentukan.[6] Menjaga proses demokratisasi adalah memahami secara benar hak-hak yang kita miliki, menjaga hak-hak itu agar siapapun menghormatinya, melawan siapapun yang berusaha melanggar hak-hak itu.[6] Demokrasi pada dasarnya adalah aturan orang (people rule), dan di dalam sistem politik yang demokratis warga mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur pemerintahan di dunia publik.[7] Sedang demokrasi adalah keputusan berdasarkan suara terbanyak.[8] Di Indonesia, pergerakan nasional juga mencita-citakan pembentukan negara demokrasi yang berwatak anti-feodalisme dan anti-imperialisme, dengan tujuan membentuk masyarakat sosialis.[9] Bagi Gus Dur, landasan demokrasi adalah keadilan, dalam arti terbukanya peluang kepada semua orang, dan berarti juga otonomi atau kemandirian dari orang yang bersangkutan untuk mengatur hidupnya, sesuai dengan apa yang dia ingini.[10] Jadi masalah keadilan menjadi penting, dalam arti dia mempunyai hak untuk menentukan sendiri jalan hidupnya, tetapi harus dihormati haknya dan harus diberi peluang dan kemudahan serta pertolongan untuk mencapai itu.[10]


Prinsip-prinsip demokrasi

Setiap prinsip demokrasi dan prasyarat dari berdirinya negara demokrasi telah terakomodasi dalam suatu konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.[11] Prinsip-prinsip demokrasi, dapat ditinjau dari pendapat Almadudi yang kemudian dikenal dengan "soko guru demokrasi."[12] Menurutnya, prinsip-prinsip demokrasi adalah:[12]

  1. Kedaulatan rakyat;
  2. Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah;
  3. Kekuasaan mayoritas;
  4. Hak-hak minoritas;
  5. Jaminan hak asasi manusia;
  6. Pemilihan yang bebas dan jujur;
  7. Persamaan di depan hukum;
  8. Proses hukum yang wajar;
  9. Pembatasan pemerintah secara konstitusional;
  10. Pluralisme sosial, ekonomi, dan politik;
  11. Nilai-nilai tolerensi, pragmatisme, kerja sama, dan mufakat.

Asas pokok demokrasi

Gagasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintahan demokrasi adalah pengakuan hakikat manusia, yaitu pada dasarnya manusia mempunyai kemampuan yang sama dalam hubungan sosial.[13] Berdasarkan gagasan dasar tersebut terdapat 2 (dua) asas pokok demokrasi, yaitu:[13]

  1. Pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan, misalnya pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara langsung, umum, bebas, dan rahasia serta jurdil; dan
  2. Pengakuan hakikat dan martabat manusia, misalnya adanya tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama.

Ciri-ciri pemerintahan demokratis

Istilah demokrasi diperkenalkan kali pertama oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk pemerintahan, yaitu suatu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan banyak orang (rakyat).[14] Dalam perkembangannya, demokrasi menjadi suatu tatanan yang diterima dan dipakai oleh hampir seluruh negara di dunia.[14] Ciri-ciri suatu pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut.[14]

  1. Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik, baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan).
  2. Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang.
  3. Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
  4. Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat.

Referensi

  1. ^ a b "Membela kebebasan: percakapan tentang demokrasi liberal", Pustaka Alvabet, 2006, 9793064323, 9789793064321.
  2. ^ "Democracy Conference". Innertemple.org.uk. http://www.innertemple.org.uk/index.php?option=com_content&view=article&id=250&Itemid=198. Diakses pada 22 Agustus 2010.
  3. ^ Demokratia, Henry George Liddell, Robert Scott, "A Greek-English Lexicon", at Perseus
  4. ^ Democracy is people who rule the government directly.BBC History of democracy
  5. ^ a b "Demokrasi Dan Etika Bernegara", Kanisius, 9792119450, 9789792119459.
  6. ^ a b R. Eep Saefulloh Fatah, "Mencintai Indonesia dengan amal: refleksi atas fase awal demokratisasi", Penerbit Republika, 2004, 979321029X, 9789793210292.
  7. ^ St Sularto, "Masyarakat warga dan pergulatan demokrasi: menyambut 70 tahun Jakob Oetama", Penerbit Buku Kompas, 2001, 9797090035, 9789797090036.
  8. ^ Zaim Saidi, "Ilusi demokrasi: kritik dan otokritik Islam : menyongsong kembalinya tata kehidupan Islam menurut amal Madinah", Penerbit Republika, 2007, 9791102074, 9789791102070.
  9. ^ Slamet Muljana, "Kesadaran nasional: dari kolonialisme sampai kemerdekaan, Jilid 2", PT LKiS Pelangi Aksara, 2008, 9791283575, 9789791283571.
  10. ^ a b Al-Zastrouw Ng, "Gus Dur, siapa sih sampeyan?: tafsir teoritik atas tindakan dan pernyataan Gus Dur", Erlangga, 1999, 9794117323, 9789794117323.
  11. ^ Aa Nurdiaman, "Pendidikan Kewarganegaraan: Kecakapan Berbangsa dan Bernegara", PT Grafindo Media Pratama, 979914857X, 9789799148575.
  12. ^ a b Aim Abdulkarim, "Pendidikan Kewarganegaraan: Membangun Warga Negara yang Demokratis", PT Grafindo Media Pratama, 9797584127, 9789797584122.
  13. ^ a b "Pendidikan Kewarganegaraan", Yudhistira Ghalia Indonesia, 9797468135, 9789797468132.
  14. ^ a b c "Pendidikan Kewarganegaraan", Yudhistira Ghalia Indonesia, 9797467775, 9789797467777.
MACAM-MACAM DEMOKRASI DI INDONESIA ADA 4 YAITU
1. demokrasi liberal
2. demokrasi terpimpin
3. demokrasi pancasila
4.demo
krasi rakyat

Jumat, 04 Februari 2011

PENGERTIAN RSBI

Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) adalah Sekolah Standar Nasional (SSN) yang menyiapkan peserta didik berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia dan bertaraf Internasional sehingga diharapkan lulusannya memiliki kemampuan daya saing internasional.

LANDASAN HUKUM
UU No. 20 Tahun 2003 ps 50 UUNo. 32 Tahun 2004 : Pemerintahan Pusat dan Daerah
UU No 33 Tahun 2004 : Kewenangan Pemerintah (Pusat) dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom
UU No. 25 Tahun 2000 : Program Pembangunan Nasional PP NoTahun 2005 : Standar Nasional Pendidikan (SNP) ps 61 Permendiknas No. 22,23,24 Tahun 2006 : Standar Isi, SKL dan Implementasinya

TUJUAN PROGRAM RSBI
Umum
a) Meningkatkan kualitas pendidikan nasional sesuai dengan amanat Tujuan Nasional dalam Pembukaan UUD 1945, pasal 31 UUD 1945, UU No.20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS, PP No.19 tahun 2005 tentang SNP( Standar Nasional Pendidikan), dan UU No.17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional yang menetapkan Tahapan Skala Prioritas Utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah ke-1 tahun 2005-2009 untuk meningkatkan kualitas dan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan.
b) Memberi peluang pada sekolah yang berpotensi untuk mencapai kualitas bertaraf nasional dan internasional.
c) Menyiapkan lulusan yang mampu berperan aktif dalam masyarakat global.
Khusus
Menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi yang tercantum di dalam Standar Kompetensi Lulusan yang diperkaya dengan standar kompetensi lulusan berciri internasiona.
RSBI/SBI adalah sekolah yang berbudaya Indonesia, karena Kurikulumnya ditujukan untuk Pencapaian indikator kinerja kunci minimal sebagai berikut:
1) menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP);
2) menerapkan sistem satuan kredit semester di SMA/SMK/MA/MAK;
3) memenuhi Standar Isi; dan
4) memenuhi Standar Kompetensi Lulusan.
Selain itu, keberhasilan tersebut juga ditandai dengan pencapaian indikator kinerja kunci tambahan sebagai berikut:
1) sistem administrasi akademik berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di mana setiap saat siswa bisa mengakses transkripnya masing-masing;
2) muatan mata pelajaran setara atau lebih tinggi dari muatan pelajaran yang sama pada sekolah unggul dari salah satu negara anggota OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) dan/ atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan; dan
3) menerapkan standar kelulusan sekolah/ madrasah yang lebih tinggi dari Standar Kompetensi Lulusan.
Adalah tidak benar kalau guru Bahasa Indonesia harus menggunakan Bahasa Inggris dalam memberikan pengantar pelajarannya, walaupun hal tersebut boleh saja dilakukan, tetapi penggunaan Bahasa Inggris adalah untuk pembelajaran mata pelajaran kelompok sains, matematika, dan inti
kejuruan saja, sebagaimana dalam Bagian Proses Pembelajaran RSBI/SBI dinyatakan sebagai berikut: ‘’Mutu setiap Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional dijamin dengan keberhasilan melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Proses pembelajaran disesuaikan dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Keberhasilan tersebut ditandai dengan pencapaian indikator kinerja kunci minimal, yaitu memenuhi Standar Proses.’’ Selain itu, keberhasilan tersebut juga ditandai dengan pencapaian indikator kinerja kunci tambahan sebagai berikut:
a) proses pembelajaran pada semua mata pelajaran menjadi teladan bagi sekolah/madrasah lainnya dalam pengembangan akhlak mulia, budi pekerti luhur, kepribadian unggul, kepemimpinan, jiwa entrepreneural, jiwa patriot, dan jiwa inovator;
b) diperkaya dengan model proses pembelajaran sekolah unggul dari salah satu negara anggota OECD dan/atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan;
c) menerapkan pembelajaran berbasis TIK pada semua mata pelajaran;
d) pembelajaran mata pelajaran kelompok sains, matematika, dan inti kejuruan menggunakan bahasa Inggris, sementara pembelajaran mata pelajaran lainnya, kecuali pelajaran bahasa asing, harus menggunakan bahasa Indonesia; dan
e) pembelajaran dengan bahasa Inggris untuk mata pelajaran kelompok sains dan matematika untuk SD/MI baru dapat dimulai pada Kelas IV.

PELAKSANAAN KURIKULUM DAN PROSES PEMBELAJARAN RSBI MENGGUNAKAN ASAS-ASAS SEBAGAI BERIKUT:
1) Menggunakan kurikulum yang berlaku secara nasional dengan mengadabtasi kurikulum sekolah di Negara lain.
2) Mengajarkan bahasa asing, terutama penggunaan bahasa Inggris, secara terintegrasi dengan mata pelajaran lainnya. Metode pengajaran dwi bahasa ini dapat dilaksanakan dengan 2 kategori yakni Subtractive Bilingualism (beri penjelasan oleh penulis) dan Additive Bilingualism, yang menekankan pendekatan Dual Language.
3) Pengajaran dengan pendekatan Dual Language menekankan perbedaan adanya Bahasa Akademis dan Bahasa Sosial yang pengaturan bahasa pengantarnya dapat dialokasikan berdasarkan Subjek maupun Waktu (beri penjelasan oleh penulis).
4) Menekankan keseimbangan aspek perkembangan anak meliputi aspek kognitif (intelektual), aspek sosial dan emosional, dan aspek fisik.
5) Mengintegrasikan kecerdasan majemuk (Multiple Intelligence) termasuk Emotional Intelligence dan Spiritual Intelligence ke dalam kurikulum.
6) Mengembangkan kurikulum terpadu yang berorientasi pada materi, kompetensi, nilai dan sikap serta prilaku (kepribadian ).
7) Mengarahkan siswa untuk mampu berpikir kritis, kreatif dan analitis , memiliki kemampuan belajar (learning how to learn) serta mampu mengambil keputusan dalam belajar. Penyusunan kurikulum ini didasarkan prinsip ”Understanding by Design” yang menekankan pemahaman jangka panjang (”Enduring Understanding”). Pemahaman
(Understanding) dilihat dari 6 aspek: Explain, Interpret, Apply, Perspective, Empathy, Self Knowledge.
8) Kurikulum tingkatan satuan pendidikan dapat menggunakan sistem paket dan kredit semester.
9) Dapat memberikan program magang untuk siswa SMA, MA dan SMK.
10) Menekankan kemampuan pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) yang terintegrasi dalam setiap mata pelajaran.

PENJAMINAN MUTU PROSES PEMBELAJARAN
Terdapat pergeseran paradigma pendidikan dari mengajar ke membelajarkan. Mengajar lebih menekankan pada kegiatan guru dalam mentransformasikan ilmu atau materi kepada siswa, dan siswa hanya sebagai pendengar, sedangkan pembelajaran lebih menekankan pada proses kegiatan siswa yang aktif mencari, menemukan sekaligus mempresentasikan temuan belajarnya. Sekolah bertaraf Internasional diharapkan menerapkan azas-azas pembelajaran aktif yang mengakses 5 pilar pendidikan (religious awareness, learning to know, learning to do, learning to be, and learning how to live together) dalam pengelolaan pembelajaran dengan rincian seperti berikut:
1) Pendekatan yang digunakan berfokus pada siswa dengan merangsang rasa ingin tahu dan motivasi intrinsik serta partisipasi siswa (inquiry, investigation) sehingga ide pembelajaran dapat datang dari siswa.
2) Siswa membangun pengetahuannya sendiri, bukan dibentuk oleh orang lain (constructivism).
3) Guru berperan sebagai fasilitator, sehingga tercipta interaksi Guru-siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan guru, terjadi komunikasi multi arah, sikap guru terhadap siswa harus menimbulkan rasa nyaman, penyusunan kelas dapat dibuat dengan 2 macam pengelompokan seperti kelas dengan 1 kelompok umur (Single Age), Kelas dengan 2 kelompok umur (Multiage)
4) Pembelajaran melayani semua anak termasuk anak dengan kebutuhan khusus ( special needs ) secara terbatas (program inklusi), pendekatan yang digunakan menekankan adanya keragaman kompetensi, intelligence, agama, minat.
5) Menekankan pada pemahaman siswa bukan hafalan dan sekedar mengejar target pembelajaran maupun bahan ujian, tetapi berorientasi pada aktivitas dan proses.
6) Mengembangkan model-mdel pembelajaran yang konstruktif, inovatif seperti cooperative learning, pembelajaran berbasis masalah, dan contextual teaching and learning.
7) Memanfaatkan berbagai sumber belajar (lingkungan, nara sumber, dan penunjang belajar lainnya) tidak hanya dari guru
8) Materi pembelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa
9) Memberikan kesempatan pada siswa untuk memilih (intelligent choice) seperti dalam pemilihan proyek yang akan dikerjakan, gaya belajar, cara menyelesaikan soal, minat dalam batasan tertentu. Dalam mengakomodasi keragaman, pengajaran materi dapat diberikan berbeda-beda, umumnya 3 tingkatan/macam, sesuai dengan kebutuhan siswa. Praktek yang umumnya disebut Differentiated Instruction ini menyebabkan tugas yang diberikan kepada siswa juga dapat berbeda yang antara lain berupa Tiered Assignments serta tehnik diferensiasi lainnya. Untuk siswa berkebutuhan khusus (special needs) dapat dibuatkan program pembelajaran individu (Individual Educational Program/IEP)
10) Siklus pembelajaran dapat dimulai dari tahapan Exposure, Mini Lesson, Workshop dan Assessment. Siklus ini dapat berulang di setiap tahap sesuai dengan kebutuhan siswa.
11) Menciptakan dan memelihara berbagai lingkungan yang kondusif untuk siswa belajar seperti; penataan ruangan, materi pembelajaran, rasio guru siswa 1:12 sampai dengan 1:24.

PENJAMINAN MUTU KOMPETENSI LULUSAN
1) Standar kelulusan menekankan pada semua aspek seperti spiritual, norma, sosial, emosional selain akademik.
2) Standar akademik menekankan pada pemahaman materi belajar, bukan pada pengumpulan nilai, yang harus didukung oleh berbagai bukti otentik
3) Kelulusan berdasarkan pada analisa individu yang menggunakan pertimbangan profesional guru dan sekolah
4) Kualitas lulusan dipersiapkan mampu bersaing secara global baik dari segi pengetahuan maupun kompetensi berkomunikasi dengan tetap mempertahankan budaya Indonesia.
5) Terdapat standar minimal pendukung yang harus dipenuhi siswa yang dapat berupa; projek dan makalah/tulisan, Community Service project (pengabdian pada masyarakat),program magang untuk SMA,MA dan SMK, serta kehadiran
6) Kualitas lulusan yang dihasilkan dapat diterima di sekolah-sekolah Internasional di dunia berdasarkan: kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki siswa, tipe laporan standar internasional, benchmark standar Internasional, dapat bekerjasama dengan lembaga internasional.

PENJAMINAN MUTU KETENAGAAN
1) Tenaga pendidik memiliki kualifikasi minimal S1, mampu berbahasa Inggris, memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi social dan kompetensi professional.
2) Seleksi tenaga pendidik dilakukan secara professional oleh tenaga ahli dalam bidang sumber daya manusia (Human Resources Departement) yang dapat dilakukan dengan tahapan: wawancara awal,Class observation, Behavioral interview ,Behavioral test,English test (TOEFL dan conversation), Micro teaching and discussion,Tes kesehatan
3) Performance management dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan sebagai dasar untuk pengembangan SDM lebih lanjut dengan instrumen khusus berdasarkan standar Teaching Effectiveness.
4) Pengelolaan Sumber Daya Manusia berdasarkan Kompetensi (Competency-based Human Resorces System)

PENJAMINAN MUTU SARANA DAN PRASARANA
Sarana dan Prasarana yang dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa berdasarkan cara kerja otak dan standar internasional, terdiri dari ruangan beserta kelengkapannya, yaitu:
1) Ruang Belajar yang kondusif meliputi luas , pencahayaan, temperatur, tingkat kebisingan.
2) Tempat bermain
3) Laboratorium
4) Perpustakaan
5) Fasilitas olah raga
6) Fasilitas kesenian
7) Ruang Guru
8) Ruang konseling
9) Ruang pertemuan siswa
10) Ruang serbaguna
11) Kantin
12) Klinik
13) Ruang ibadah
14) Ruang kepala sekolah dan administrasi
15) Fasilitas internet di setiap ruang kelas dan WiFi di seluruh sekolah untuk memudahkan akses internet. Setiap siswa tingkatan SMA /SMK menggunakan laptop secara individu dalam mengerjakan tugas sekolah.
16) Ruang terapi untuk special needs
17) Toilet
18) Ruang khusus lainnya sesuai dengan kebutuhan

PENJAMINAN MUTU PEMBIAYAAN
a) Sumber dana diperoleh dari dana investasi pemilik dan pembayaran uang sekolah siswa untuk jenis sekolah swasta; serta dapat bervariasi dari sumber lainnya,pemerintah dan masyarakat untuk jenis sekolah negeri.
b) Pengalokasian dana dikategorikan ke dalam : Pengeluaran operasional rutin dan non rutin, pengeluaran investasi untuk pengembangan sekolah.
c) Pengelolaan keuangan dilakukan secara profesional: transparan, efisien, akuntabel dengan diperiksa oleh akuntan publik

PENJAMINAN MUTU PENILAIAN
a) Tujuan utama penilaian untuk memantau perkembangan hasil belajar siswa secara individu dan berkesinambungan bukan untuk mengkategorikan siswa sehingga tidak membandingkan prestasi antar siswa.
b) Penilaian dilakukan dengan menggunakan prinsip Pedoman Acuan Kriteria (PAK) dengan memperhatikan aspek: otentik yang artinya penilaian relevan sesuai dengan potensi masing-masing siswa dan relevan dengan dunia nyata. Keseimbangan dengan memperhatikan produk, proses dan progres.
c) Penilaian dilakukan sesuai dengan kriteria belajar yaitu kriteria produk, kriteria proses dan kriteria progress. Kriteria produk berfokus pada apa yang siswa tahu dan bisa lakukan pada saat tertentu. Kriteria proses berfokus pada bagaimana siswa mencapai perfomansi bukan pada hasil akhir. Kriteria progres berfokus pada tingkat pencapaian kinerja siswa yang dilihat melalui portofolio.
d) Penilaian dilakukan dengan mengacu pada tujuan pembelajaran bukan dengan prestasi siswa lainnya
e) Penilaian dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan berbagai teknik dan instrumen seperti rubrik, observasi harian, performance task dan tes tertulis (paper and pencil)
f) Pembelajaran didasarkan atas pencapaian ketuntasan belajar siswa (mastery learning) maka laporan yang dikeluarkan sekolah dapat berupa: Laporan Narasi,Laporan Perkembangan Siswa per individu yang diterima secara internasional.

PENTAHAPAN (FASE) PENGEMBANGAN PROGRAM RINTISAN SMA BERTARAF INTERNASIONAL
Tahap pengembangan Rintisan SMA Bertaraf Internasional ada 3 tahap, yaitu:
1) tahap Pengembangan (3 tahun pertama);
2) tahap Pemberdayaan (2 tahun; tahun ke-4 an 5); dan
3) tahap Mandiri (tahun ke-6).
Pada tahap pengembangan yaitu tahun ke-1 sampai dengan ke-3 sekolah didampingi oleh tenaga dari lembaga professional independent dan/atau lembaga terkait dalam melakukan persiapan, penyusunan dan pengembangan kurikulum, penyiapan SDM, modernaisasi manajemen dan kelembagaan, pembiayaan, serta penyiapan sarana prasarana.
Sedangkan pada tahap pemberdayaan yaitu tehun ke -4 dan ke-5 adalah sekolah melakasanakan dan meningkatkan kualitas hasil yang sudah dikembangkan pada tahap pendampingan, oleh karena itu dalam proses ini hal terpenting adalah dilakukannya refleksi terhadap pelaksanaan kegiatan untuk keperluan penyempurnaan serta realisasi program kemitraan dengan sekolah mitra dalam dan luar Negeri serta lembaga sertifikasi pendidikan internasional.
Pada tahap mandiri pada tahun ke-6 adalah sudah sekolah sudah berubah predikatnya dari rintisan bertaraf internasional (RSBI) menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dengan catatan semua profil yang diharapkan telah tercapai. Sedangkan apabila profil yang diharapkan mulai dari standar isi dan standar kompetensi lulusan, SDM (guru, kepala sekolah, tenaga pendukung), sarana prasarana, penilaian, pengelolaan, pembiayaan, kesiswaan, dan kultur sekolah belum tercapai, maka dimungkinkan suatu sekolah RSBI akan terkena passing-out.

1. TAHAP PENGEMBANGAN (3 tahun pertama RSBI) No Komponen Standar/Profil yang Diharapkan
1
Standar Isi dan Kompetensi Lulusan
a. Standar Isi
b. Kompetensi Lulusan Mengembangkan KTSP dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris Melakukan adaptasi dengan kurikulum sekolah salah satu Negara maju sesuai dengan kondisi dan kesiapan sekolah Hasil pemetaan kurikulum dioperasioalkan dalam KTSP, silabus, RPP, perangkat pembelajaran, media/sumber ajar, dan perangkat pendukung lainnya. Merintis keitraan dengan sekolah atau lembaga sertifikasi pendidikan internasional Minimal merumuskan SKL sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan yang tertuang dalam Permen Diknas No. 23 Tahun 2006 Menambah komponen SKL yang telah ada dengan mengadaptasi/mengadopsi SKL yang bercirikan internasional
2
Proses Pembelajaran
Pendampingan Tahun I 20% pelaksanaan pembelajaran telah mengacu pada standar proses SMA Bertaraf Internasional. 20% pembelajaran mata pelajaran dilakukan secara bilingual. 20% pelaksanaan pembelajaran bilingual telah dilengkapi perangkat pembelajaran berdasarkan potensi, karakteristik peserta didik, dan lingkungan sekolah. 20% pembelajaran bilingual telah menggunakan media pembelajaran inovatif dan/atau berbasis TIK. Intensitas pendampingan (In-house training)
No Komponen Standar/Profil yang Diharapkan
oleh tenaga ahli (dosen) dengan proporsi minimal 2 kali seminggu. 20% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang dengan berpusat pada siswa (student centered) atau teach less learn more (TLLS). 20% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang secara terintegrasi dan berbasis masalah (integrated and problem-based instruction).
Pendampingan Tahun II 50% pelaksanaan pembelajaran telah mengacu pasa standar proses SMA Bertaraf Internasional. 50% pembelajaran mata pelajaran dilakukan secara bilingual. 50% pelaksanaan pembelajaran bilingual telah dilengkapi perangkat pembelajaran berdasarkan potensi, karakteristik peserta didik, dan lingkungan sekolah. 50% pembelajaran bilingual telah menggunakan media pembelajaran inovatif dan/atau berbasis TIK. Intensitas pendampingan (In-house training) oleh tenaga ahli (dosen) dengan proporsi minimal 1 kali seminggu. 50% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang dengan berpusat pada siswa (student centered) atau teach less learn more (TLLS). 50% pelaksanaan pembelajaran bilingualdirancang secara terintegrasi dan berbasis masalah (integrated and problem-based instruction).
No Komponen Standar/Profil yang Diharapkan
Pendampingan Tahun III 100% pelaksanaan pembelajaran telah mengacu pasa standar proses SMA Bertaraf Internasional 100% pembelajaran mata pelajaran dilakukan secara bilingual 100% pelaksanaan pembelajaran bilingual telah dilengkapi perangkat pembelajaran berdasarkan potensi, karakteristik peserta didik, dan lingkungan sekolah 100% pembelajaran bilingual telah menggunakan media pembelajaran inovatif dan/atau berbasis TIK Intensitas pendampingan (In-house training) oleh tenaga ahli (dosen) dengan proporsi minimal 1 kali sebulan 100% pelaksanaan pembelajaran bilingualdirancang dengan berpusat pada siswa (student centered) atau teach less learn more (TLLS) 100% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang secara terintegrasi dan berbasis masalah (integrated and problem-based instruction).
3
Penilaian
a. Penilaian Hasil Belajar
Rintisan SMA bertaraf internasional wajib mengikuti penilain yang berlaku secara nasional dan sekolah juga harus memfasilitasi siswanya untuk mengikuti ujian sertifikasi internasional.
1) Prinsip penilaian; meliputi mendidik, terbuka, menyeluruh, terpadu, obyektif, berkesiambungan, adil, dan menggunakan acuan atau criteria.
2) Mekanisme penilaian Penilaian dilakukan oleh dua pihak, yaitu guru dan sekolah.
No Komponen Standar/Profil yang Diharapkan Penilaian oleh guru dilakukan untuk mengumpulkan data dan membuat keputusan tentang siswa mengenai unit kompetensi dasar Sekolah melakukan penilaian untuk mengumpulkan data tentang siswa menyangkut ketercapaian standar kompetensi seluruh mata pelajaran Penilaian dilakukan dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan kelulusan Nilai batas ambanag kompetensi (NBAK) atau criteria kompetensi minimal (KKM) ditetapkan 75%. Siswa yang tidak mencapai NBAK atau KKM diberikan program remidi.
c. Penilaian Program Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui ketercapaian dan kesesuaian antara rencana yang telah ditetapkan dengan proses dan hasil yang dicapai. Kegiatan penilaian meliputi pemantauan (monitoring) dan evaluasi Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan oleh pihak eksternal seperti Depdiknas, Dinas Pendidikan Propinsi, dan Dinas Pendidikan kabupaten/Kota. Acuan kegiatan monitoring dan evaluasi meliputi:
Pemantauan ditujukan untuk memberikan peringatan dini apabila terjadi penyimpangan terhadap input dan proses penyelenggaraan program RSMABI. Evaluasi ditujukan untuk mengetahui hasil nyata program RSMABI dengan hasil yang diharapkan
4
Sumber Daya Manusia (SDM)
Kegiatan penyiapan SDM yang dilakukan SMA penyelenggara RSMABI:
No Komponen Standar/Profil yang Diharapkan Mempelajari panduan program RSMABI secara seksama, khususnya tentang kompetensi standar minimal SDM SMA bertaraf internasional Melakukan pemetaan kebutuhan calon SDM program RSMABI dari segi kuantitas dan kualitas yang ada di sekolah Mengadakan sosialisasi tentang rekruitmen SDM program RSMABI kepada guru dan tenaga kependidikan yang berpotensi Melakukan kegiatan pelatihan melalui mekanisme in-house training dengan melibatkan tenaga professional independent sesuai dengan bidangnya Merintis program kerjasama dengan lembaga sertifikasi pendidikan internasional Memberikan kesempatan kepad SDM yang telah siap untuk mengikuti uji kompetensi, sertifikasi, dan atau benchmarking yang diselenggarakan oleh lembaga independent sesuai dengan bidangnya
5
Sarana dan Prasarana Pendidikan
Sekolah melakukan persiapan dan pengadaan saranan dan prasarana sesuai dengan hasil analisis kebutuhan (need assessment) dan hasil analisis SWOT
6
Biaya
Pembiayaan program RSMABI masih menekankan pada subsidi dari Pemerintah baik pusat maupun daerah, dengan penerapan system block grant. Komponen-komponen yang harus disiapkan oleh sekolah penyelenggara program RSMABI: Profil sekolah secara lengkap, akurat, dan factual serta mutakhir Rencana strategis (RPS/SDIP) yang terukur pencapaian indikatornya Rencana tahunan (action plan) yang sudah signifikan jelas
No Komponen Standar/Profil yang Diharapkan
tahapan-tahapan pencapaian targetnya System manajemen administrasi dan keuangan sudah menerapkan asas akuntabel, berbasis kinerja, dan transparan Pola pemantauan, pengawasan, dan pelaporan menggunakan mekanisme yang efisien, efektif, dan ekonomis
SMA penyelenggara RSMABI menyususun rencana kerja tahunan dengan komponen biaya dapat dialokasikan sebagai berikut: Biaya dari pemerintah pusat digunakan untuk pembenahan dan inovasi proses dan perangkat pembelajaran, peningkatan mutu SDM, dan untuk biaya subsidi para peserta didik yang kurang mampu Biaya dari pemerintah provinsi dugunakan untuk perawatan sarana, prasarana, dan fasilitas pendukung pembelajaran Biaya dari pemerintah kabupaten/kota digunakan untuk biaya investasi (sarana dan prasarana) dan pemenuhan penjaminan mutu Biaya dari masyarakat digunakan untuk peningkatan kualifikasi dan kualitas para guru dan tenaga penunjang Biaya dari instansi terkait atau sumber lain digunakan untuk peningkatan mutu SDM, pembenahan proses belajar mengajar, investasi, dan pembenahan lingkungan sekolah
7
Pengelolaan
Dasar pengelolaan program RSMABI adalah komponen-komponen indicator input, proses, dan output sebagai berikut: Indikator indut mencakup antara lain program pengembangan sekolah, kurikulum, SDM, kapasitas dan kualitas siswa, buku dan sumber belajar, dana, sarana dan dan prasarana belajar, legislasi dan regulasi, data dan informasi, organisasi dan administrasi, serta kultur sekolah Indikator proses mencakup kejadian dan kegiatan yang dapat
No Komponen Standar/Profil yang Diharapkan
meningkatkan pengakuan dari RSMABI dengan pendampingan menjadi SMA bertaraf internasional (SMABI), yaitu: variasi penerapan model pembelajaran, efektifitas pembelajaran, mutu pembelajaran, keaktifan siswa dalam pembelajaran, inovasi dan kreativitas pembelajaran, penerapan TIK dalam pembelajaran, dan pembelajaran yang menyenangkan sehingga mampu menuansakan keantusiasan guru dan siswa dalam pembelajaran Indikator output meliputi prestasi belajar yang bersifat akademik, khususnya pengakuan internasional terhadap prestasi akademik dan/atau nonakademik, serta standar kualitas internasional dari para lulusan.
Pencapaian indicator-indikator dari pengelolaan program RSMABI pada tahap ini adalah: SMA terakreditasi secara nasional dengan kategori "A" (sertifikasi masih berlaku sampai tahun ke empat) Melaksanakan kurikulum nasional dan telah menerapkan KTSP Semua guru berkualifikasi S-1, sekurang-kurangnya 10% berkualifikasi S-2 Tersedia sekurang-kurangnya 50% guru mampu mengajar mata pelajaran (selain mata pelajaran bahasa inggris) dengan bahasa Inggris. Memiliki sekurang-kurangnya satu sekolah mitra dari dalam Negeri atau dari salah satu Negara anggota OECD yang memiliki reputasi internasional Memiliki siswa berpotensi melanjutkan pendidikan ke luar Negeri Tersedia sarana dan prasarana yang memenuhi standar Tersedia sumber buku referensi dengan rasio jumlah buku dan jumlah siswa sekurang-kurangnya 1 : 10
No Komponen Standar/Profil yang Diharapkan Memiliki renstra pengembangan sekolah (RPS/SDIP) untuk periode lima tahunan, satu tahunan dan action-plan yang terkategori reasonable dan feasible Tersedia minimal 50% ruang kelas yang dilengkapi dengan sarana TIK/multimedia Tersedia masing-masing satu laboratorium fisika, laboratorium kimia, dan laboratorium biologi Laboratorium computer, laboratorium bahasa dilengkapi dengan alat dan bahan yang memadai Memiliki system manajemen keuangan dan administrasi yang transparan berbasis TIK Mempunyai fasilitas komunikasi telepon, faximile, internet dan website
Pemfokusan aspek-aspek dari pengelolaan program RSMABI pada tahap pendampingan adalah: Memiliki struktur organisasi sekolah yang fisibel dan efisien dalam mekanisme pelaksanaannya Mempunyai profil sekolah yang didukung dengan dokumentasi yang valid dan mudah diakses Mempunyai panduan tupoksi yang jelas untuk setiap warga sekolah Mempunyai panduan penggunaan setiap sarana dan prasarana maupun fasilitas peralatan Mempunyai system dokumentasi yang efektif dan dapat merekam setiap penggunaan sarana, prasarana, maupun fasilitas peralatan oleh setiap pengguna Memiliki renstra lima tahunan dengan coordinator maupun penanggungjwab kegiatan yang memahami tupoksinya
No Komponen Standar/Profil yang Diharapkan Memiliki rencana tahunan yang merupakan penjabaran dari rencana strategis dengan indicator pencapaian yang terukur Menerapkan system adinistrasi dan keuangan yang efisien, efektif, dan ekonomis Mempunyai panduan kerjasama yang mampu meningkatkan kualitas sekolah Menerapkan system pengambilan keputusan yang tidak sentralistik, namun berdasarkan system penugasan yang terencana Mempunyai rencana kerja pendampingan yang terukur Mempunyai system monitoring dan evaluasi yang baik Mempunyai system rekruitmen tenaga pendidik dan tenaga penunjang kependidikan yang bermutu Menerapkan system pengawasan internal yang baik Mempunyai system pelaporan yang berkesinambungan berbasis TIK
8
Kesiswaan
Tahap seleksi siswa baru:
a. Seleksi Administrasi, meliputi:
1) Nilai rapor SMP kelas VII s.d IX untuk mata pelajaran Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris minimal 7,5
2) Penghargaan prestasi akademik
3) Sertifikat dari lembaga kursus bahasa Inggris
b. Achievement test, meliputi: Bahasa Indnesia, Matematika, IPA, IPS dengan skor minimal 7 dalam rentang 0-10.
c. Tes Kemampuan Bahasa Inggris, meliputi: Reading, Listening, Writing, dan Speaking dengan skor minimal 7 dalam rentang 0-10.
No Komponen Standar/Profil yang Diharapkan
d. Psychotest, meliputi: Minat dan Bakat (Aptitude-Test) dan Kepribadian (Personality- test)
e. Wawancara kepada siswa dan orangtua. Wawancara dengan siswa dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana minat siswa untuk masuk program RSMABI. Wawancara dengan orangtua dimaksudkan untuk mengetahui minat dan dukungan orangtua.
9
Kultur Sekolah Aspek kebersihan, mencakup semua lingkungan sekolah, baik dalam maupun luar ruangan. Sarana pendukung aspek kebersihan adalah: (1) tempat sampak dalam jumlah yang memadai, (2) air mengalir lancar, khususnya untuk tempat ibadah, kamar mandi, WC, kantin sekolah, dan laboratorium IPA Aspek kerapihan, mencakup semua semua peralatan dan perlengkapan fasilitas sekolah, pakaian seragam siswa dan pakaian seragam warga sekolah lainnya. Aspek keamanan, menyangkut ketersediaan pagar sekolah yang kokoh dan kuat serta petugas keamanan yang memadai termasuk pos penjagaan yang diharapkan dapat menangkal tindak kejahatan dan/atau gangguan lain terhadap proses pembelajaran Aspek keindahan meliputi komponen luar maupun dalam gedung, jenis tanaman hias yang bervariasi dan warna warni, warna cat gedung yang serasi dan tidak pudar, hisan dinding, tulisan visi misi serta papan peringatan maupun tulisan motivasional yang terpasang serasi Aspek kerindangan mencakup ketersediaan pepohonan pelindung yang rindang serta tempat duduk di bawah dan/atau sekitar pepohonan tersebut dalam jumlah yang memadai Aspek bebas asap rokok, bebas narkoba, bebas kekerasan (bullying), dan bebas pornografi meliputi ketersidaan papan
No Komponen Standar/Profil yang Diharapkan
peringatan yang terpasang di beberapa tempat serta penegakan aturan termasuk sanksi dan hukuman bagi mereka yang melanggarnya Aspek disiplin mencakup peraturan sekolah tentang waktu belajar, yaitu peraturan jam masuk dan keluar sekolah serta peraturan lainnya seperti pembayaran sekolah dan lain-lain Aspek semangat kompetitif adalah keinginan untuk bersaing secara positif baik dalam bidang akademik maupun non akademik sehingga siswa mampu meraih prestasi tertinggi di forum nasional dan internasional Aspek budaya malu mencakup rasa malu melakukan pelanggaan terhadap peraturan sekolah, norma agama, dan norma-norma di masyarakat, malu berbuat tidak baik pada diri sendiri dan orang lain, serta malu bila tidak berprestasi Aspek budaya baca dan tulis menyangkut kebiasaan membaca dan menulis bagi seluruh warga sekolah yang ditandai dengan adanya forum diskusi bedah buku atau penugasan kepada siswa untuk meringkas buku yang dibaca, membuat laporan penelitian, membuat karangan, serta karya tulis lainnya.

2. TAHAP PEMBERDAYAAN (2 TAHUN, TAHUN KE 4 DAN 5 RSBI)
1
Kurikulum Sekolah melaksanakan dan meningkatkan kualitas hasil yang sudah dikembangkan pada tahap pendampingan Sekolah melakukan refleksi terhadap pelaksanaan kegiatan untuk keperluan penyempurnaan Sekolah merealisaikan program kemitraan dengan sekolah mitra dalam dan luar Negeri serta lembaga sertifikasi pendidikan internasional
2
Proses Pembelajaran Pengalihan fungsi tenaga pendamping menjadi tenaga professional untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap proses pembelajaran Hasil monitoring dan evaluasi digunakan sebagai bahan penyempurnaan/perbaikan proses pembelajaran berikutnya Kegiatan penyempurnaan/memperbaiki proses pembelajaran bersifat sebagai supervise klinis untuk memberikan bantuan/bimbingan bahkan arahan secara langsung terhadap masalah/kendala/ hambatan yang timbul atau yang dihadapi dalam proses pembelajaran Target supervise klinis adalah proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar, sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan
3
Penilaian
a. Penilaian Hasil Belajar Siswa penilaian dilakukan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris telah memasukkan model-model penilaian yang dilakukan di sekolah internasional pada ulanga akhir semester, sementara ulangan harian tidak harus mengikuti model sekolah internasional (bersifat optional)
b. Penilaian Program
Dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program uang dilakukan oleh tenaga pendamping (konsulltan/fasilitator), Depdiknas (Direktorat Pembinaan SMA), Dinas Pendidikan Provinsi, dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
4
SDM Mengadakan refleksi terhadap hasil kegiatan pada tahap rintisan/pendampingan Menyusun program pemberdayaan SDM dengan melibatkan lembaga/tenaga professional independent dan atau instansi terkait sesuai dengan bidangnya dari dalam maupun luar Negeri Memberikan tugas mandiri kepada SDM program RSMABI dengan intensitas tugas dan porsi yang lebih besar disbandingkan pada tahap rintisan/pendampingan. Melakukan uji kompetensi, sertifikasi, dan atau bench-marking yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi/bench-marking bertaraf internasional, baik di dalam maupun luar Negeri, kepada SDM program RSMABI.
5
Sarana Prasarana Standar minimal sarana prasarana yang dimaksudkan pada pedoman penjaminan mutu telah terpenuhi Dilakukan penggunaan dan pemberdayaan terhadap sarana dan prasarana yang telah ada atau telah terpenuhi pada tahap rintisan/pengembangan Optimalisasi penggunaan sarana dan prasarana yang didukung oleh tertib dokumentasi dan tertib administrasi Perawatan sarana prasarana untuk meningkatkan fungsi dan usia teknis
6
Pembiayaan
Pembiayaan program RSMABI masih menekankan pada subsidi dari Pemerintah baik pusat maupun daerah, dengan penerapan system block grant. Komponen-komponen yang harus disiapkan oleh sekolah penyelenggara program RSMABI:
Profil sekolah secara lengkap, akurat, dan factual serta mutakhir Rencana strategis (RPS/SDIP) yang terukur pencapaian indikatornya Rencana tahunan (action plan) yang sudah signifikan jelas tahapan-tahapan pencapaian targetnya System manajemen administrasi dan keuangan sudah menerapkan asas akuntabel, berbasis kinerja, dan transparan Pola pemantauan, pengawasan, dan pelaporan menggunakan mekanisme yang efisien, efektif, dan ekonomis Laporan tengah tahunan, dan laporan tahunan.
SMA penyelenggara RSMABI menyususun rencana kerja tahunan dengan komponen biaya dapat dialokasikan sebagai berikut: Biaya dari pemerintah pusat digunakan untuk pembenahan dan inovasi proses dan perangkat pembelajaran, peningkatan mutu SDM, dan untuk biaya subsidi para peserta didik yang kurang mampu Biaya dari pemerintah provinsi dugunakan untuk perawatan sarana, prasarana, dan fasilitas pendukung pembelajaran Biaya dari pemerintah kabupaten/kota digunakan untuk biaya investasi (sarana dan prasarana) dan pemenuhan penjaminan mutu Biaya dari masyarakat digunakan untuk peningkatan kualifikasi dan kualitas para guru dan tenaga penunjang Biaya dari instansi terkait atau sumber lain digunakan untuk peningkatan mutu SDM, pembenahan proses belajar mengajar, investasi, dan pembenahan lingkungan sekolah Bantuan dari sekolah mitra dapat berupa pemutakhiran kurikulum maupun program-program pertukaran, baik peserta didik maupun guru.
7
Pengelolaan
Pengelolaan program RSMABI pada tahap pemberdayaan difokuskan pada aspek-aspek berikut:
Memiliki struktur organisasi sekolah yang fisibel dan efisien dalam mekanisme pelaksanaannya Mempunyai profil sekolah yang didukung dengan dokumentasi yang valid dan mudah diakses Mempunyai panduan tupoksi yang jelas untuk setiap warga sekolah Mempunyai panduan penggunaan setiap sarana dan prasarana maupun fasilitas peralatan Mempunyai system dokumentasi yang efektif dan dapat merekam setiap penggunaan sarana, prasarana, maupun fasilitas peralatan oleh setiap pengguna Memiliki renstra lima tahunan dengan coordinator maupun penanggungjwab kegiatan yang memahami tupoksinya Memiliki rencana tahunan yang merupakan penjabaran dari rencana strategis dengan indicator pencapaian yang terukur Menerapkan system adinistrasi dan keuangan yang efisien, efektif, dan ekonomis Mempunyai panduan kerjasama yang mampu meningkatkan kualitas sekolah Menerapkan system pengambilan keputusan yang tidak sentralistik, namun berdasarkan system penugasan yang terencana Mempunyai rencana kerja pendampingan yang terukur Mempunyai system monitoring dan evaluasi yang baik Mempunyai system rekruitmen tenaga pendidik dan tenaga penunjang kependidikan yang bermutu Menerapkan system pengawasan internal yang baik Mempunyai system pelaporan yang berkesinambungan berbasis TIK Mempunyai mekanisme pencarian dana yang baik Mempunyai system rekruitmen siswa yang berkualitas
Mempunyai lingkungan sekolah yang menyenangkan Mempunyai system pembelajaran yang berstandar internasional.
8
Kesiswaan Pembinaan siswa sudah mulai mendekati profil akhir siswa sekolah bertaraf internasional Pembinaan siswa meliputi seluruh aspek yaitu: kognitif, afektif, psikomotorik, dan kinetic Pembinaan siswa dikembangkan melalui kegiatan tatap muka, tugras terstruktur, dan tugas mandiri tidak terstruktur, serta kegiatan pengembangan diri
9
Kultur Sekolah
Kultur sekolah sudah terbangun dan tertata menuju akhir sekolah bertaraf internasional yang meliputi: Aspek kebersihan meliputi: kebersihan WC, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, tempat ibadah, kantin, dan halaman sekolah Aspek kerapihan meliputi: ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, tempat ibadah, kantin, halaman sekolah, ruang kantor, ruang kepala sekolah, ruang TU, ruang guru serta pakaian warga sekolah Aspek keamanan, menyangkut ketersediaan pagar sekolah yang kokoh dan kuat serta petugas keamanan yang memadai termasuk pos penjagaan yang diharapkan dapat menangkal tindak kejahatan dan/atau gangguan lain terhadap proses pembelajaran Aspek keindahan meliputi: gedung, taman, dan ruang. Aspek kerindangan meliputi: pohon dan tempat duduk dalam jumlah yang memadai Aspek bebas asap rokok, bebas narkoba, bebas kekerasan (bullying), dan bebas pornografi meliputi: tersedianya papan peringatan dan penerapan sanksi Aspek disiplin meliputi: disiplin waktu belajar dan tta tertib sekolah sudah terlaksana
Aspek semangat kompetitif mulai timbul Aspek budaya malu sudah terbentuk Aspek budaya baca dan tulis sudah membudaya.

3. TAHAP MANDIRI (TAHUN KE 6)
1
Kurikulum
Sekolah dapat secara mandiri melaksanakan kurikulum program SMA bertaraf internasional (SMABI) yang dikembangkan pada tahap sebelumnya
2
Proses Pembelajaran Sekolah telah mandiri menjadi SMA bertaraf internasional Sekolah mampu mengembangkan pembelajaran bilingual menjadi pembelajaran berbahasa Inggris sepenuhnya (100%) dengan memperhatikan kelima prinsip pembelajaran.
3
Penilaian
a. Penilaian Hasil Belajar Siswa
b. Penilaian Program
4
SDM
SMA bertaraf internasional telah memiliki SDM mandiri dan siap menjadi SMA bertaraf internasional dengan kompetensi dasar sebagai berikut:
a. Guru Semua guru mempunyai kualifikasi akademik S-1 minimal 30% berkualifikasi S-2/S-3 dari perguruan tinggi yang program studinya berakreditasi A. Memiliki latar belakang keilmuan sesuai dengan mata pelajaran yang dibina Memiliki sertifikasi profesi pendidik sesuai dengan jenjang satuan pendidikan tempat tugasnya (nasional dan internasional) Memiliki kesanggupan untuk mengembangkan potensi diri secara berkelanjutan Memiliki kinerja tinggi baik secara individu maupun kelompok
Mampu menggunakan media/sumber belajar berbasis TIK dalam pembelajaran Mampu melaksanakan pembelajaran dalam bahasa Inggris secara efektif (TOEFL>500)
b. Kepala Sekolah Memiliki kualifikasi akademik minimal S-2 dari perguruan tinggi yang program studinya berakreditasi A. Telah mengikuti pelatihan kepala sekolah dari lembaga pelatihan kepala sekolah yang diakui oleh pemerintah Memiliki kemampuan manajemen berbasis sekolah Memiliki jiwa kepemimpinan visioner dan situasional Memiliki jiwa entrepreneurship Mampu membangun jejaring internasional mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara efektif (TOEFL>500) Mampu menggunakan TIK Memiliki pengalaman kerja sebagai kepala sekolah minimal lima tahun
c. Tenaga Pendukung
1) Pustakawan Memiliki kualifikasi akademik minimal S-1 Bidang keilmuan: Pustakawan Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas dan fungsi pustakawan Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun Mampu mengembangkan profesi sebagai pustakawan secara berkelanjutan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara efektif (TOEFL>450)
2) Laboran IPA dan TIK Memiliki kualifikasi akademik minimal SMA/SMK Bidang keilmuan: IPA/Teknik Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas dan fungsi laboran Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun Mampu mengembangkan profesi sebagai laboran secara berkelanjutan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara efektif (TOEFL>400)
3) Teknisi laboratorium IPA dan Bahasa Memiliki kualifikasi akademik minimal D-3 Bidang keilmuan: Teknik Elektronika Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas dan fungsi teknisi laboratorium IPA dan Bahasa Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun Mampu mengembangkan profesi sebagai teknisi labotratorium IPA dan Bahasa secara berkelanjutan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara efektif (TOEFL>450)
4) Teknisi TIK Memiliki kualifikasi akademik minimal D-3 Bidang keilmuan: Komputer/Teknik Informatika Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas dan fungsi teknisi komputer Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun Mampu mengembangkan profesi sebagai teknisi computer secara berkelanjutan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara efektif (TOEFL>450)
5) Kepala Tenaga Administrasi Sekolah Memiliki kualifikasi akademik minimal S-1 Bidang keilmuan: Administrasi Pendidikan Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas dan fungsi kepala tenaga administrasi sekolah Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun Mampu mengembangkan profesi sebagai kepala tenaga administrasi sekolah secara berkelanjutan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara efektif (TOEFL>450) mampu menggunakan TIK dalam pelaksanaan tugasnya
6) Tenaga Administrasi Keuangan dan Akuntansi Memiliki kualifikasi akademik minimal D-3 Bidang keilmuan: Akuntasi Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas dan fungsi tenaga administrasi keuangan dan akuntansi Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun Mampu mengembangkan profesi sebagai tenaga administrasi keuangan dan akuntansi berbasis TIK secara berkelanjutan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara efektif (TOEFL>400)
7) Tenaga Administrasi Kepegawaian Memiliki kualifikasi akademik minimal D-3 Bidang keilmuan: Manajemen SDM Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas dan fungsi tenaga administrasi kepegawaian Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun Mampu mengembangkan profesi sebagai tenaga administrasi kepegawaian berbasis TIK secara berkelanjutan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara efektif
(TOEFL>400)
8) Tenaga Administrasi Akademik Memiliki kualifikasi akademik minimal SMA dilengkapi dengan Sertifikat Penggunaan TIK Bidang keilmuan: Administrasi Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas dan fungsi tenaga administrasi akademik Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun Mampu mengembangkan profesi sebagai tenaga administrasiakademik berbasis TIK secara berkelanjutan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara efektif (TOEFL>400)
9) Tenaga Administrasi Sarana dan Prasarana Memiliki kualifikasi akademik minimal SMA dilengkapi dengan Sertifikat Pelatihan Sarana dan Prasarana Pendidikan Bidang keilmuan: Administrasi/Manajemen Pendidikan Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas dan fungsi tenaga sarana dan prasarana Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun Mampu mengembangkan profesi sebagai tenaga tenaga sarana dan prasarana berbasis TIK secara berkelanjutan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara efektif (TOEFL>400)
10) Tenaga Administrasi Kesekretariatan Memiliki kualifikasi akademik minimal SMK dilengkapi dengan Sertifikat Penggunaan TIK Bidang keilmuan: Administrasi Perkantoran Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas dan fungsi tenaga administrasi kesekretariatan Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun
Mampu mengembangkan profesi sebagai tenaga administrasi kesekretariatan berbasis TIK secara berkelanjutan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara efektif (TOEFL>400)
5
Sarana Prasarana
a. Tanah dengan luas minimal 15.000m2
b. Kapasitas ruang kelas: 32 orang siswa
c. Perpustakaan Ruang baca mampu menampung 5% dari jumlah seluruh siswa Luas 0,2 m2 persiswa Koleksi buku: buku teks (cetak dan digital)dengan rasio 1:1 dan buku referensi 1:3 Sekolah berlangganan jurnal, majalah yang terpilih secara periodic minimal 2 buah Tersedia system catalog yang berbasis TIK dan bertaraf internasional Memiliki computer, multimedia dan akses internet dengan jaringan (LAN) Tersedianya bahan ajar yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar
d. Pengembangan laboratorium Fisika, Kimia, biologi, bahasa, dan IPS Memiliki 1 unit lab. Fisika, 1 unit lab. Kimia, 1 unit lab. Biologi, 1 unit lab. Bahasa, dan 1 unit lab. IPS Setiap lab. harus dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan pembelajaran praktik/praktikum
e. Laboratorium computer Memiliki ruang dengan ukuran yang memadai dan ber-AC Jumlah computer sesuai dengan jumlah siswa yang akan
praktik Software selalu di-update Memiliki teknisi computer dengan jumlah yang memadai Memiliki penjaminan keselamatan kerja
f. Kantin Memiliki 1 unit kantin yang dilengkapi denganm mebeler yang disesuaikan dengan kebutuhan Dapat menampung siswa/pejajan secara memadai Lingkungan sehat dan bersih Menu makanan yang bergizi, segar, dan dengan harga yang terjangkau
g. Auditorium Tersedia ruang pertemuan dengan ukuran yang memadai dan ber-AC Ruang pertemuan dilengkapi dengan mebeler dan perlatan yang memadai untuk kegiatan siswa (misalnya pentas seni, pertemuan dengan orang tua siswa, wisuda, teater, pameran hasil karya siswa, dan sebagainya) Memiliki system penjaminan keselamatan yang memadai bagi pengguna Ruang pertemuan memiliki tenaga teknisi dengan jumlah yang memadai untuk membantu pelaksanaan kegiatan dan perawatan
h. Fasilitas Olahraga Memiliki prasarana olahraga dengan ukuran yang memadai Memiliki sarana olahraga yang dapat digunakan berbagai jenis kegiatan olah raga Memiliki tenaga teknisi dengan jumlah yang memadai Memiliki siste penjaminan keselamatan bagi pengguna
i. Pusat Belajar dan Riset Guru (TRRC) Memiliki ruang suber belajar dan riset guru dengan ukuran
yang memadai dan dilengkapi computer, jaringan internet untuk guru dengan rasio 1:5, dan dilengkapi media pembelajaran Memiliki buku referensi baik cetak maupun digital bagi guru yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya Memiliki mebeler bagi guru untuk menyimpan referensi, hasil kerja, dsb termasuk untuk kelompok diskusi Memiliki system penjaminan keselamatan kerja di dalam ruang administrasi
j. Penunjang administrasi sekolah Memiliki ruangan administrasi dengan ukuran yang memadai Memiliki ruang administrasi yang dilengkapi mebeler untuk berbagai jenis administrasi Memiliki computer dengan jumlah yang memadai Memiliki system penjaminan keselamatan kerja di dalam ruang administrasi
k. Poliklinik sekolah Memiliki prasarana olahraga dengan ukuran yang memadai an ber-AC Memiliki bahan dan perawatan untuk P3K Tersedianya tenaga medis yang professional Tersedianya system penjaminan keselamatan kerja
l. Toilet Ukuran toilet sesuai standar Jumlah toilet sesuai dengan rombongan belajar Toilet terpisah antara laki-laki dan perempuan Memiliki sanitasi yang baik untuk menjamin kebersihan dan kesehatan Volume air cukup dan mendukung sanitasi Tersedia tenaga kebersihan untuk perawatan toilet
m. Tempat bermain, kreasi, dan rekreasi
Tersedia tempat bermain yang memadai Tersedia tempat kreasi yang bisa mendukung kreativitas siswa Tersedia tempat rekreasi yang memadai, misalnya taman dan pohon-pohon yang rindang, serta tempat duduk yang nyaman
n. Tempat ibadah
Memiliki tempat ibadah yang memadai sesuai dengan agama masing-masing warga sekolah
6
Pembiayaan
Pembiayaan SBI yang sudah mandiri , yaitu menerapkan model pembiayaan dengan: mengembangkan diversifikasi sumber dana meningkatkan efektivitas alokasi dana meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan dana secara transparan dan akuntabel menerapkan system informasi manajemen berbasis jaringan (web)
7
Pengelolaan Menerapkan standar pengelolaan sepenuhnya Meraih sertifikat ISO 9001 versi 200 atau sesudahnya dan ISO 14000 Merupakan sekolah multi-kultural Menjalin hubungan (sister-school) dengan sekolah bertaraf internasional dalam dan luar Negeri Bebas narkoba, bebas asap rokok, dan bebas kekarasan (bullying) Menerapkan kesetaraan gender dalam segala aspek pengelolaan sekolah Meraih medali tingkat internasional dalam berbagai kompetisi sain, matematika, teknologi, seni, dan olahraga Menghasilkan lulusan yang dapat melanjutkan ke perguruan tinggi bertaraf internasional baik di dalam maupun di luar Negeri
8
Kesiswaan
Peserta didik lulusan SBI memiliki: Kemampuan mengembangkan jati diri sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang jujur dan bertanggungjawab, serta memiliki integritas moral dan akhlak mulia Kemampuan belajar sepanjang hayat secara mandiri yang ditunjukkan dengan kemampuan mencari, mengorganisasi, dan memproses informasi untuk kepentingan kini dan nanti serta kebiasaan membaca dan menulis dengan baik Pribadi yang bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan yang ditunjukkan dengan kesediaan menerima tugas, menentukan standard an strategi yang tepat, serta konsisten dalam menyelesaiakan tugas tersebut, dan bertanggungjawab terhadap hasilnya Kemampuan berfikir yang kuat dan luas secara deduktif, induktif, ilmiah, kritis, inovatif, dan eksperimentatif untuk menemukan kemungkinakemungkinan baru atau ide-ide baru yang belum dipikirkan sebelumnya Penguasaan tentang diri sendiri sebagai probadi (intrapersonal/kualitas prbadi) Penguasaaan materi pelajaran yang ditunjukkan dengan kelulusan unian nasional dan sertifikat internasional untuk mata pelajaran yang dikompetisikan, secara internasional (Matamatika, Fisika, Biologi, Kimia, dan Astronomi) Penguasaan teknologi dasar yang mutakhir dan canggih (konstruksi, manufaktur, transportasi, komunikasi, energi, bio, dan bahan) Bekerjasama dengan pihak-pihak lain (interpersonal) secara individual, kelompok/kolektif (local, nasional, regional, dan global) Kemampuan mengkomunikasikan ide dan informasi kepada
pihak lain dalam bahasa Indonesia dn bahasa Inggris dn bahasa asing lainnya Kemampuan mengelola kegiatan (merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengkoordinasikan, dan mengevaluasi) Kemampuan mengidentifikasi, mengorganisasi, merencana, dan mengalokasikan sumber daya baik sumber daya manusia maupun sumber daya selebihnya yaitu sumber daya alam, uang, peralatan, perbekalan, waktu, dan bahan Terampil menggunakan TIK Memahami budaya/kultur bangsa-bangsa lain (lintas budaya bangsa) Kepedulian terhadap lingkungan social, fisik, dan budaya Menghasilkan karya yang bermanfaat bagi diri sendiri dan bangsa Memahami, menghayati, dan menerapkan jiwa kewirausahaan dalam kehidupan.
9
Kultur Sekolah
SBI menumbuhkan dan mengembangkan budaya/kultur yang kondusif bagi peningkatan efektivitas sekolah pada umumnya dan efektivitas pembelajaran pada khususnya, yang dibuktikan oleh: berpusat pada pengembangan peserta didik lingkungan belajar yang kondusif penekanan pada pembelajaran profesionalisme harapan tinggi keunggulan respek terhadap setiap individu dan komunitas social warga sekolah keadilan kepastian budaya korporasi atau kebiasaan bekerja secara
kolaburatif/kolektif kebiasaan menjadi masyarakat belajar wawasan masa depan (visi) yang sama perencanaan bersama kolegialitas tenaga kependidikan sebagai pembelajar budaya masyarakat belajar pemberdayaan bersama kepemimpinan transformative dan partisipatif

Sumber: fansmania.wordpress.com/.../program-rintisan-sekolah-bertaraf-internasional/ - Cached - Similar
Panduan Penyelenggaran Program SMA Rintisan Bertaraf Internasional, Depdiknas, Dirjen Mandikdasmen, Direktorat Pembinaan SMA, 2008

Jumat, 21 Januari 2011

SENI PATUNG DI INDONESIA

Seni patung



salah satu karya seni patung

Seni patung adalah cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi. Biasanya diciptakan dengan cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting (dengan cetakan).

Asia

Berbagai macam jenis patung terdapat di banyak wilayah yang berbeda di Asia, biasanya dipengaruhi oleh agama Hindu dan Buddha. Sejumlah besar patung Hindu di Kamboja dijaga kelestariannya di Angkor, akan tetapi penjarahan terorganisir yang terjadi berdampak besar pada banyak situs peninggalan di negara itu. Lihat juga Angkor Wat. Di Thailand, kebanyakan patung dikhususkan pada bentuk Buddha. Di Indonesia, patung-patung yang dipengaruhi agama Hindu banyak ditemui di situs Candi Prambanan dan berbagai tempat di pulau Bali. Sedangkan pengaruh agama Buddha ditemui di situs Candi Borobudur.

Di India, karya patung pertama kali ditemukan di peradaban Lembah Indus (3300-1700) SM. Ini adalah salah satu contoh awal karya patung di dunia. Kemudian, setelah Hinduisme, Buddhisme dan Jainisme berkembang lebih jauh, India menciptakan patung-patung tembaga serta pahatan batu dengan tingkat kerumitan yang besar, seperti yang terdapat pada hiasan-hiasan kuil Hindu, Jain dan Buddha.

Artifak-artifak yang ditemukan di Republik Rakyat Cina berasal dari sekitar tahun 10.000 SM. Kebanyakan karya patung Tiongkok yang dipajang di museum berasal dari beberapa periode sejarah, Dinasti Zhou (1066-221 SM) menghasilkan bermacam-macam jenis bejana perunggu cetak dengan hiasan yang rumit. Dinasti Qin (221-206 SM) yang terkenal dengan patung barisan tentara yang dibuat dari terracota. Dinasti Han (206 SM - 220AD) dengan patung-patung figur yang mengesankan kekuatan. Patung Buddha pertama ditemui pada periode Tiga Kerajaan (abad ketiga). Yang dianggap sebagai zaman keemasan Tiongkok adalah periode Dinasti Tang, pada saat perang saudara, patung-patung figur dekoratif dibuat dalam jumlah banyak dan diekspor untuk dana peperangan. Kemudian setelah akhir Dinasti Ming (akhir abad 17) hampir tidak ada patung yang dikoleksi museum, lebih banyak berupa perhiasan, batu mulia, atau gerabah--dan pada abad 20 yang gegap gempita sama sekali tidak ada karya yang dikenali sebagai karya patung, meskipun saat itu terdapat sekolah patung yang bercorak sosial realis pengaruh Soviet di awal dekade rezim komunis, dan pada pergantian abad, para pengrajin Tiongkok mulai mendominasi genre karya patung komersial (patung figur miniatur, mainan dsb) dan seniman garda depan Tiongkok mulai berpartisipasi dalam seni kontemporer Eropa Amerika.

Di Jepang, karya patung dan lukisan yang tak terhitung banyaknya, seringkali di bawah sponsor pemerintah. Kebanyakan patung di Jepang dikaitkan dengan agama, dan seiring dengan berkurangnya peran tradisi Buddhisme, jenis penggunaan bahannya juga berkurang. Selama periode Kofun (abad ketiga), patung tanah liat yang disebut haniwa didirikan di luar makam. Di dalam Kondo yang berada di Horyu-ji terdapat Trinitas Shaka (623), patung Buddha yang berupa dua bodhisattva serta patung yang disebut dengan Para Raja Pengawal Empat Arah. Patung kayu (abad 9) mengambarkan Shakyamuni, salah satu bentuk Buddha, yang menghiasi bangunan sekunder di Muro-ji, adalah ciri khas dari patung awal periode Heian, dengan tubuh berat, dibalut lipatan draperi tebal yang dipahat dengan gaya hompa-shiki (ombak bergulung), serta ekspresi wajah yang terkesan serius dan menarik diri. Sekolah seni patung Kei, menciptakan gaya patung baru dan lebih realistik.

Afrika

Seni rupa di Afrika memiliki penekanan pada seni patung. Para seniman Afrika cenderung lebih menyukai karya tiga dimensi dibandingkan dengan dua dimensi. Meskipun para antropolog berpendapat bahwa patung yang mula-mula dikenal di Afrika berasal dari kebudayaan Nok di Nigeria sekitar tahun 500 SM, karya-karya seni Afrika Pharaonic (berkaitan dengan zaman Mesir kuno), kurun waktunya lebih awal daripada periode Nok. Patung logam yang berasal dari bagian timur Afrika barat, seperti Benin, dianggap sebagai yang terbaik yang pernah dihasilkan.

Patung diciptakan dan disimbolkan mencerminkan tempat asal di mana patung tersebut dibuat. Berdasarkan bahan dan teknik yang digunakan serta fungsinya, karya patung berlainan dari satu daerah ke daerah lain.

Di Afrika Barat figur patung memiliki tubuh memanjang, bentuk bersudut, dan tampilan wajah yang lebih merepresentasi bentuk ideal daripada individual. Figur-figur tersebut dipakai dalam ritual keagamaan dan seringkali permukaannya dilapisi bahan lewat upacara sesaji. Berlawanan dengan ini adalah patung yang diciptakan oleh penduduk Afrika Barat yang berbahasa Mande. Patung karya mereka terbuat dari kayu memiliki permukaan melebar dan rata sementara lengan dan kakinya berbentuk seperti silinder.

Di Afrika Tengah ciri khasnya termasuk wajah yang berbentuk seperti hati yang melengkung ke dalam serta pola lingkaran dan titik. Meskipun beberapa kelompok lebih menyukai penciptaan wajah dengan bentuk geometris dan bersudut. Bahan yang digunakan adalah kayu, yang paling banyak digunakan, juga gading, tulang, batu, tanah liat serta logam. Kawasan Afrika Tengah memiliki gaya patung yang menyolok yang dengan mudah dapat diidentifikasi dari mana asal patung itu dibuat.

Satu jenis karya tiga dimensi yang dibuat di kawasan Afrika Timur adalah patung tiang. Tiang dipahat berbentuk manusia dan dihias dengan bentuk-bentuk geometris, sementara bagian puncaknya dipahat dengan figur orang, binatang atau objek-objek lain. Tiang ini ditaruh di dekat makam dan diasosiasikan dengan kematian.

Patung figur dari tanah liat tertua yang dikenal di Afrika Selatan berasal dari tahun 400 sampai 600 AD dan memiliki kepala berbentuk silindris. Figur dari tanah liat ini memiliki tampilan berupa gabungan antara manusia dan binatang. Selain patung tanah liat ada juga sandaran kepala dari kayu yang dikuburkan bersama pemiliknya dalam makam. Sandaran kepala ini berupa bentuk geometris atau figur binatang.

Mesir

Lihat juga Seni Mesir kuno

Karya seni patung Mesir kuno dikembangkan untuk merepresentasikan dewa-dewa Mesir kuno, juga para Fir'aun, dalam bentuk fisik. Aturan-aturan yang sangat ketat diikuti ketika menciptakan karya patung; patung laki-laki dibuat lebih gelap daripada patung perempuan; dalam patung berposisi duduk , tangan harus diletakkan pada lutut dan aturan-aturan tertentu dalam menggambarkan para dewa. Peringkat artistik didasari atas kesesuaian dengan aturan, dan aturan tersebut diikuti secara ketat selama ribuan tahun, sehingga penampilan patung tidak banyak berubah kecuali selama periode singkat semasa pemerintahan Akhenaten dan Nefertiti, diperbolehkan penggambaran secara naturalistik.

Eropa

Romawi Yunani Klasik

Seni patung klasik Eropa merujuk pada seni patung dari zaman Yunani Kuno, Romawi kuno serta peradaban Helenisasi dan Romanisasi atau pengaruh mereka dari sekitar tahun 500 SM sampai dengan kejatuhan Roma di tahun 476 AD, istilah patung klasik juga dipakai untuk patung modern yang dibuat dengan gaya klasik. Patung-patung klasik Eropa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Figur badan penuh: berupa laki-laki muda atletis atau wanita telanjang.
  2. Portrait: menunjukkan tanda-tanda usia atau karakter yang kuat.
  3. Memakai kostum serta atribut dewa-dewi klasik
  4. Peduli dengan naturalisme didasari dengan observasi, seringkali memakai model sungguhan.

Bentuk patung telanjang biasanya diterima secara luas oleh masyarakat, didasari pada lamanya tradisi yang mendukungnya. Tapi adakalanya, ada yang berkeberatan dengan tema ketelanjangan ini, biasanya dari kalangan fundamentalis moral dan relijius. Contohnya, beberapa patung Yunani koleksi Vatikan dihilangkan penisnya.

Periode Gothik

Mata rantai yang menghubungkan seni, dalam hal ini adalah arsitektur, Eropa zaman pertengahan (Gothik) dengan seni arsitektur Romawi disebut dengan periode Romanesque. Karya seni patung Gothik awal adalah dari pengaruh agama Kristen, serta lahir dari dinding gereja dan biara. Patung yang terdapat di Chartres Cathedral (sekitar th. 1145) di Perancis merupakan karya patung awal zaman Gothik. Di Jerman, terdapat di Cathedral Bamberg dari tahun 1225. Di Inggris, karya patung hanya terbatas pada yang dipakai pada batu nisan serta dekorasi non figur (sebagian ini disebabkan karena ikonoklasme Cistercian). Di Italia, masih dipengaruh bentuk-bentuk zaman klasik, seperti yang terdapat pada mimbar Baptistery di Pisa serta di Siena.

Renaissance

Pada zaman renaissance, seni patung juga turut dihidupkan kembali, bahkan dalam beberapa kasus lebih dulu dibandingkan dengan karya seni lain. Salah satu tokoh penting dalam masa ini adalah Donatello, dengan karya patung perunggunya, David (jangan rancu dengan David-nya Michelangelo). Ini merupakan karya patung awal zaman Renaissance. Demikian juga dengan Michelangelo yang selain membuat patung David, juga membuat Pietà. Patung David dari Michelangelo merupakan satu contoh gaya kontraposto dalam menggambarkan figur manusia. Masih ada beberapa periode dari zaman renaissance ke modernisme yang dipengaruhi oleh perubahan politik, gerakan kebudayaan atau hal lain, yaitu periode mannerisme, baroque dan neo klasik.

Modernisme

Auguste Rodin merupakan salah satu pematung Eropa terkenal dari awal abad 20. Ia seringkali disebut sebagai seniman patung Impresionis. Seni patung modern klasik kurang berminat pada naturalisme, detail anatomi atau kostum dan lebih tertarik pada stilisasi bentuk, demikian juga pada irama volume dan ruang. Seiring dengan perkembangan waktu, gaya seni patung modern klasik kemudian diadopsi oleh dua penguasa totalitarian Eropa: Nazi Jerman dan Uni Soviet. Sementara di kawasan Eropa lain, gaya ini berubah menjadi bersifat dekoratif/art deco (Paul Manship, Carl Milles), stilisasi abstrak (Henry Moore, Alberto Giacometti) atau lebih ekspresif. Gerakan modernis dalam karya seni patung menghasilkan karya Kubisme, Futurisme, Minimalisme, Instalasi dan Pop art.

Seni Patung Kontemporer


Patung domba

Di zaman sekarang dimana seni kontemporer mulai berkembang pesat, patung bisa menjadi semacam 'seni pertunjukan'. Misalnya di beberapa tempat seperti Tiongkok, Jepang, Kanada, Swedia dan Rusia diadakan festival patung es yang diselenggarakan secara berkala. Istilah patung kinetik dipakai untuk patung yang dirancang untuk bisa bergerak. Beberapa seniman yang membuat karya patung kinetik adalah: Marcel Duchamp, Alexander Calder, George Rickey dan Andy Warhol.

foto persahabatan



Minggu, 09 Januari 2011

KEGIATAN DI SMP NEGERI 1 SUKODADI

Di Atas Adalah Gambar Kegiatan Praktek Di lab. Ipa Fisika


Di atas Adalah Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sukodadi yang
Bernama :Drs.Wiwib Dwi Patriadi,MPd
Alamat :Surabaya


Di Atas Adalah Gambar Kegiatan Keagaman Di SMP Negeri 1 Sukodadi


Di Atas Adalah Gambar Perpustakaan Di SMP Negeri 1 sukodadi

MISI SMP NEGERI 1 SUKODADI

1. Mewujudkan perangkat kurikulum berbasis kompetensi yang lengkap
2. Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang aktif, kreatif dan efektif
3. Mewujudkan lulusan yang cerdas dan terampil
4. Mewujudkan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai
5. Mewujudkan sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan yang tangguh
6. Mewujudkan managemen pengelolaan sekolah handal
7. Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang memadai dan adil
8. Mewujudkan system penilaian yang standar
9. Mewujudkan pengembangan kegiatan LKIR yang kompetitif
10.Mewujudkan penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler
11.Mewujudkan pola hidup disiplin dan agamis

visi SMP NEGERI 1 SUKODADI

Menjadikan Sekolah Menengah Pertama (SMP)Idaman, Berprestasi dan Agamis

Indikator Visi
1. Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif.
2. Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien
3. Terwujudnya lulusan yang terampil
4. Terwujudnya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai
5. Terwujudnya sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan yang memadai
6. Terwujudnya manajemen pengelolaan sekolah yang handal
7. Terwujudnya penggalangan beaya pendidikan
8. Terwujudnya sistem penilaian yang standar
9. Terwujudnya prestasi akademis dan non akademis
10. Terwujudnya pola hidup disiplin yang bernuansa agamis